Rabu, 27 Juni 2012

Manajemen keuangan

1. Pengertian Manajemen keuangan Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. 2. Aktivitas Manajemen Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu : a.Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. b.Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan. c.Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin. 3.Fungsi Manajemen Keuangan Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan: 1.Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu. 2.Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan. 3.Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara. 4.Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan. 5.Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut. 6.Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan. 7.Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan. 8.Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi 4.Tujuan Manajemen Keuangan Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan. 5.Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional. Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana. Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu : 1.Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya. 2.Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan. 3.Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta. 4.Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan. 5.Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri. 6.Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.

Selasa, 26 Juni 2012

sikap yang harus diperhatikan dalam berwirausaha

sikap yang harus diperhatikan dalam berwirausaha Sikap wirausaha Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut: Disiplin Disiplin Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi.Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya.Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya.Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan.Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan.Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas.Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan.Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja. komitment tinggi Komitmen Tinggi Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan).Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya.Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan. jujur Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan.Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan. Kreatif dan Inovatif Kreatif dan Inovatif Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu.Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil. Mandiri Mandiri Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain.Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya. Realistis Realistis Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya.Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya.Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis

Senin, 04 Juni 2012

pronouns

PRONOUNS Pronouns are the stunt doubles of the English language. They keep communication going with or without the nouns. Pronouns come in to keep nouns from getting repetitive or when nouns are not clearly known. They do more work than you think, so read on to learn about them. Subject and object pronouns are used in everyday language. However, it can be tricky to remember which is which. The subject always takes action. The object is part of the activity, but it does not do any acting. Here is an example: Shelby likes talking to Marvin. Shelby is the subject; she is liking and talking. Marvin is the object; all the liking and talking is done to Marvin but not by Marvin. Subject and object pronouns function in the same way. Subject pronouns include I, you, he, she, it, they, we. Object pronouns include me, you, him, her, it, us, them. See the following examples: Subject I might see you later. You have to come now. She lives in Nebraska. He makes me angry It just might work. They caught the last train. We can’t see the end. Object Sarah hit me on the arm. I need to tell you something. Larry took him aside. The message wasn’t for her. Take it to the store. Summer is fun for us. Margaret took them downstairs. Possessive pronouns show who owns something described in a sentence. They include mine, his, hers, its, ours, yours, their, and theirs. Possessive adjectives are similar to possessive pronouns. However, the possessive adjective comes before the object of the sentence; the possessive pronoun is the object of the sentence. See the difference here: That is my dog. (possessive adjective, before the object “dog”) The dog is mine. (possessive pronoun, which is the object) Intensive pronouns and reflexive pronouns look the same. However, they act differently in a sentence. Intensive pronouns put an emphasis on other pronouns or nouns. Reflexive pronouns rename the subject in a sentence. Look at the following examples: Intensive pronoun – She herself will go to the bank. (herself emphasizes the pronoun she) Reflexive pronoun – She cut herself on the arm. (herself renames the pronoun she) Intensive and reflexive pronouns include: myself, yourself, himself, herself, itself, ourselves, yourselves, and themselves. Demonstrative pronouns refer to things in relation to distance. This and these refer to things that are close by. That and those refer to things farther away. This is your shirt. That is my house on the corner. These good friends are sitting next to me. Those roads in the next town are bumpy. Indefinite pronouns replace nouns that are not specified. They include the following: all, another, any, anybody, anyone, anything, both, each, either, everybody, everyone, everything, few, many, neither, nobody, none, no one, nothing, one, several, some, somebody, someone, and something. Read the example sentences for a better understanding. We gave everything to the homeless shelter All were sad to see the children go. Give a present to each as they come in. Interrogative pronouns are used to ask a question. They include who, whom, what, which, whose, whoever, whomever, whatever, and whichever. Consider the example sentences below: Which of these do you like best? Who was just in this room? Whatever happens next, I am prepared. Relative pronouns connect (relate) noun or pronoun clauses with other parts of a sentence. They include who, whom, what, which, whose, whoever, whomever, whatever, whichever, and that. See how these are used in the sentences below. The paper that she just wrote is due tomorrow. Learning is easier for people who have a good teacher. Whoever leaves the room needs to turn off the light. Pronouns do a lot in the English language, don’t they? They are the no-name workhorses, jumping in for the superstar nouns when they get exhausted. Hey, someone’s got to do something about the work nobody wants to do!

geruond

GERUND Definition: A traditional grammatical term for a verbal that ends in -ing and functions as a noun. Adjective: gerundial. A gerund with its objects, complements, and modifiers is called a gerund phrase or simply a noun phrase. Examples and Observations: • “Feeling gratitude and not expressing it is like wrapping a present and not giving it.” (William A. Ward) • “Shooting paintballs is not an art form.” (Bart Simpson, The Simpsons) • “Humor is laughing at what you haven’t got when you ought to have it.” (Langston Hughes) • “Because they are nounlike, we can think of gerunds as names. But rather than naming persons, places, things, events, and the like, as nouns generally do, gerunds, because they are verbs in form, name activities or behaviors or states of mind or states of being.” (Martha Kolln and Robert Funk, Understanding English Grammar. Allyn & Bacon, 1998) • “All talk of winning the people by appealing to their intelligence, of conquering them by impeccable syllogism, is so much moonshine.” (H. L. Mencken) • “Eighty percent of success is showing up.” (Woody Allen) • Gerunds and Verbal Nouns “A gerund is derived from a verb by adding the suffix -ing. The result is still a verb, and it exhibits ordinary verbal properties, such as taking objects and adverbs. Example: In football, deliberately tripping an opponent is a foul. Here the verb trip occurs in its gerund form tripping, but this tripping is still a verb: it takes the adverb deliberately and the object an opponent. However, the entire phrase deliberately tripping an opponent, because of the gerund within it, now functions as a noun phrase, in this case as the subject of the sentence. So, a gerund is still a verb, but the phrase built around it is nominal, not verbal. “Very different is a verbal noun constructed with -ing. Though derived from a verb, a verbal noun is strictly a noun, and it exhibits nominal properties . . ..” (R.L. Trask, Mind the Gaffe! Harper, 2006) • Gerunds and Present Participles “Present participles and gerunds look similar as words, and they also look similar as phrases. Again, it is the -ing verbal form that causes this problem. To clearly distinguish these, we need to consider their grammatical functions. A present participle functions as a non-finite form of a verb phrase, after verbs of motion and position; it can be an adverb complement after these verbs; it can qualify/modify as an adjective does. In contrast, gerunds like nouns have naming roles and can occupy the place of nouns in many of their grammatical functions. Unlike nouns, they do not name persons, places, things, or events; they name actions, states, and behaviors.” (Bernard O’Dwyer, Modern English Structures: Form, Function, And Position, 2nd ed. Broadview, 2006) Gerunds are defined as the -ing form of a verb. They have several functions. 1. Used as subjects and complements Skiing is my favorite sport. Hiking can be very strenuous. Seeing is believing 2. Used as objects following prepositions and prepositional expressions Thanks for tending my children. The job consists of typing, filing, and answering the phone. 3. Used as objects following certain verbs.* The children enjoyed watching the parade. Ms. Terrell avoided paying her taxes until it was too late. Gerunds can sometimes take objects of their own: Roland is afraid of making mistakes. Sandy is considering leaving New York. *These verbs are commonly followed by gerunds. admit begin discuss hate love practice regret stop advise can’t help dislike hesitate mention prefer remember suggest anticipate complete enjoy imagine mind quit resent threaten appreciate consider finish intend miss recall resist tolerate attempt delay forget keep neglect recollect risk try avoid deny go like postpone recommend start understand